Gaung Anti Rasuah dari Jiran

Mantan PM Malaysia Najib Razak dan isterinya, Rosmah Mansor didakwa korupsi kasus skandal 1MDB jutaan ringgit Malaysia.

PERANG melawan korupsi juga sedang dikumandangkan di negeri jiran, Malaysia dengan dicokoknya Rosmah Mansor, menyusul suaminya, mantan PM Najib Razak yang sudah lebih dulu ditahan karena dakwaan kasus rasuah alias korupsi.

Rosmah harus menginap di ruang tahanan, Rabu sore (3/10) karena tidak bisa berkelit lagi setelah melalui tiga kali pemeriksaan oleh semacam KPK-nya Malaysia (SPRM).

Berdasarkan hasil pemeriksaan SPRM, Rosmah yang dikenal hidup glamour dan suka mengoleksi barang-barang berharga itu ditahan terkait skandal tindak pidana pencucian uang (money laundering) dalam proyek investasi pemerintah Malaysia 1Malaysia Development Berhad (1MDB, semacam BUMN) yang juga melibatkan Najib Razak.Razak dan istrinya didakwa menilap 2,6 juta ringgit (sekitar Rp9,3 triliun)

Ruang tahanan Rosmah berada di kawasan perkantoran pemerintah di Putrajaya, di lokasi sama dan hanya berjarak 4 km dari kantor PM Malaysia, tempat suaminya bekerja hingga partai yang dipimpinnya, Barisan Nasional, kalah dalam Pemilu pada 8 Mei lalu.

Penahanan Rosmah ditindak lanjuti dengan sidang pengadilan, mulai Kamis ini (4/10), dengan sejumlah dakwaan sama yang menjerat suaminya dengan tuntutan hukuman maksimal 15 tahun kurungan.

Di tempat terpisah, Najib diperiksa oleh penyidik reserse kriminal Polisi Diraja Malaysia (PDRM) di Kuala Lumpur pada Rabu lalu namun tidak diketahui hasilnya, sedangkan berdasarkan tiga kali pemeriksaan terdahulu (dua kali pada Agustus dan sekali September) seluruhnya terkait 1MBD dan anak-anak perusahaannya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan PDRM dan SPRM, Najib dituntut 32 dakwaan terkait penyalahgunaan wewenang, menerima gratifikasi dan terlibat praktek pencucian uang, walau ia menampik semua tuduhan dan mengaku rangkaian penyelidikan terhadap dirinya adalah kesempatan untuk membersihkan namanya.

Nazib dikenakan tahanan kota dengan jaminan 4,5 juta ringgit, sedangkan di kedua sidang itu ia dikenakan tujuh dakwaan penyalahgunaan kekuasaan dan gratifikasi. Kemudian pada sidang ketiga dengan tiga dakwaan penyalahgunaan kekuasaan dan 25 dakwaan pencucian uang, Nazib membayar jaminan 3,5 juta ringgit lagi.

Yang sama antara Malaysia dan Indonesia terkait sikap terdakwa kasus korupsi, mereka tidak pernah mengakui perbuatannya, bahkan di negeri ini merasa dizalimi dan dikriminalisasi.

Bedanya, terdakwa atau terpidana korupsi di Indonesia sering tampil percaya diri dan berpose bagaikan selebriti serta mengumbar senyum kesana-kemari tanpa rasa risih. Mereka juga boleh ikut mencalonkan diri lagi sebagai calon legislatif. (Reuters/NS)

Advertisement