Jalur Sigi-Palu yang Putus Total Mulai Dinormalisasi

Ilustrasi

PALU – Jalan antarkabupaten di Desa Salua, Kecamatan Gumbasa dan Desa Sadaunta, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi yang putus total akibat tanah longsor menyusul gempabumi dan tsunami mulai dinormalisasi.

Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertimbun tanah longsor itu dan penggusuran material tanah longsor dari badan jalan antara Desa Salua sampai Sadaunta itu baru mulai dilakukan Jumat kemarin, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (6/10/2018).

Badan jalan yang tertimbun dan sudah berhasil dibersihkan oleh petugas baru sekitar 100 meter dari 17 km.

Material tanah longsor yang menutupi badan jalan cukup berat karena bukan hanya tanah, tetapi juga banyak berupa batu-batuan besar dan pepohonan.

Melihat kondisi dan medan jalannya yang berat tersebut, disebutkan akan membutuhkan waktu beberapa hari baru bisa dilalui kendaraan.

“Mudah-mudahan cuaca tidak berubah, sebab jika hujan akan menghambat kelancaran pekerjaan,” kata seorang petugas yang membawa alat berat di kawasan itu.

Sejak jalur jalan itu putus total, warga yang hendak ke Kota Palu atau ke Kulawi terpaksa menggunakan jalan alternatif dengan berjalan kaki menyusuri hutan belantara dan mengikuti aliran sungai.

Hingga saat ini empat wilayah tersebut masih terisolasi sehingga bantuan logistik bahan makanan untuk sementara di lakukan lewat jalur udara menggunakan helikopter. Masyarakat berharap jalur itu secepatnya normal kembali.

Advertisement