PALU – Sepekan pascagempa mengguncang Sulawesi Tengah, khususnya Donggala, Sigi dan Palu, kini kondisi wlayah terdampak sudah memiliki kemajuan.
Misalnya, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), kini antrean pengisian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sekitar Palu, berkurang pada Sabtu (6/10/2018). Sebelumnya, antrean pengisian bensin di SPBU mengular sampai luar SPBU.
Selain itu, pasokan listrik juga mulai berangsur normal dengan luasan wilayah bertambah, di mana sebelumnya hanya di bagian wilayah pusat Kota Palu saja.
“Alhamdulillah rumah kami listriknya sudah nyala,” kata Suwandi, warga Kota Palu yang listriknya mati sejak gempa terjadi.
Namun berdasarkan pantauan Republika, perekonomian belum sepenuhnya berjalan. Ada pasar dan warung yang buka, tetapi bisa dihitung dengan hitungan jari. Selain itu, pasar yang dibuka juga dijaga ketat oleh aparat keamanan. Sementara warung yang buka hanya menjual bahan sisa warung sebelum gempa.
Wali Kota Palu Hidayat mengungkapkan untuk pasokan listrik, Pemkot Palu telah berkoordinasi dengan PLN pusat untuk perbaikan listrik kota Palu. “Saya koordinasi dengan PLN di Jakarta juga, katanya masih menunggu perbaikan, yang penting ada yang nyala, sehingga masyarakat bisa dapat air,” ujar Hidayat di Palu.
Ia menyebut tidak optimalnya pasokan listrik karena infrastruktur yang rusak karena gempa dan tsunami. Kendati demikian, ia mengatakan, tetap bersyukur ada listrik yang tetap menyala.
Sementara terkait distribusi bantuan ke posko pengungsian di Kota Palu, Hidayat mengungkap, saat ini sudah normal dan merata ke 129 titik di Kota Palu. “Alhamdulilah sekarang sudah mulai normal pendistribusian ini, juga membutuhkan waktu karena BBM, belum begitu lancar. dan alat komunikasi belum bagus sehingga perlahan-perlahan kita benahi,” katanya.




