JAKARTA – Pejudo tuna netra Indonesia, Miftahul Jannah, harus rela didiskualifikasi dari Asian Para Games 2018 karena tidak mau melepas hijabnya saat pertandingan. Atas keteguhannya tersebut, atlet asal Aceh ini justru mendapat hadiah umrah dari Fraksi PKS DPR.
“Kita semua haru dan bangga dengan semangat adik kita yang kokoh keyakinannya, tidak mau melepas hijab betapa pun dia ingin membela dan mempersembahkan medali untuk bangsa ini,” kata Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir Kumparan (9/10).
Miftahul mendapat pujian karena ia konsisten mengamalkan sila pertama Pancasila dan Pasal 29 Ayat 1 tentang Kemerdekaan Memegang Keyakinan Beragama. Untuk itu, ia berharap Miftahul tidak berkecil hati karena gagal membawa pulang medali.
“Teruslah berprestasi dan jangan pernah putus asa, Miftahul. Engkau benar-benar membanggakan dan layak menjadi teladan bagi generasi muda,” ucap Jazuli anggota komisi 1 DPR RI.





