Kenali Sejumlah Tanda akan Terjadinya Banjir Bandang

Ilustrasi

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan sejumlah tanda-tanda alarm peringatan dini terjadinya banjir bandang.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawari dalam konferensi pers di Kantor BMKG Pusat, Senin (15/10/2018) mengatakan tanda yang pertama, air sungai yang tiba-tiba berwarna keruh atau mengalir bersama lumpur, pasir, dan bahkan disertai ranting-ranting kayu.

Kedua, kadang disertai kenaikan muka air sungai sekitar 10 – 20 centimeter. Ketiga, cuaca di pegunungan atau perbukitan hulu sungai terlihat mendung atau berawan tebal.

Ditambahkan Dwikorita, sebagaimana dikutip dari akun instagram @infoBMKG,  antisipasi yang bisa dilakukan jika terjadi banjir bandang yaitu  segera tinggalkan lembah atau bantaran sungai bila terlihat tanda atau gejala tersebut.

Selanjutnya perlu dilakukan inspeksi di hulu sungai, untuk melacak adanya endapan longsor di hulu sungai, karena endapan tersebut perlu segera ditangani agar tidak terakumulasi membendung sungai dan akhirnya jebol meluncur ke bawah saat hujan ekstrem terjadi.

Sebelumnya banjir bandang melanda Mandailing Natal pada Jumat (12/10/2018) sore dan telah menewaskan 21 orang, 12 diantaranya anak-anak. BMKG juga mengimbau sejumlah wilayah dapat berpotensi dihantam banjir bandang sepekan ke depan karena curah hujan yang tinggi, seperti di Maluku, Aceh hingga Papua.

Advertisement