Bantuan Tidak Jelas, Korban Gempa Lombok Bangun Sendiri Rumah Sujud

Korban gempa Lombok bangun rumah sujud/ Republika

LOMBOK – Salah seorang korban gempa di Desa Bug-bug, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sukarno mengaku tak masuk daftar  korban yang mendapat bantuan rumah.

Padahal rumahnya rata dengan tanah akibat gempa yang melanda wilayah tersebut pada Kamis (9/8/2018), dan membuatnya selama ini tinggal di pengungsian.

Lebih dari dua bulan pascagempa, belum ada kejelasan soal bantuan dana stimulan untuk dirinya. Dari hasil pendataan pemerintah desa, namanya tidak tercantum sebagai calon penerima bantuan meski rumahnya masuk dalam kategori berat.

“Nama saya enggak ada daftar, ingin protes juga, ada rasa ketidakadilan, verifikasi tidak masuk itu yang saya sesalkan,” ujar Sukarno,  Senin (15/10/2018), dikutip Republika.

Namun, dia mengaku, tidak ingin berharap pada bantuan pemerintah. Ia dibantu teman-teman sesama pendaki Gunung Rinjani membersihkan puing bangunan rumahnya akibat gempa.

Begitu rampung proses pembersihan, Sukarno secara swadaya membangun rumahnya kembali. Uniknya, rumah yang dibangun bukan rumah biasa. Model rumah mengusung konsep rumah terbalik yang disebut Rumah Sujud.

Filosofinya agar menjadi pengingat untuk manusia selalu bersyukur kepada Allah SWT dan juga menjadi daya tarik bagi wisatawan. “Ya sengaja model seperti ini, kita sebut rumah sujud, karena posisi rumah seperti sedang bersujud,” lanjutnya.

 

Advertisement