SIGI – Lebih dari 76 kilometer dari Pusat Kota Palu, Tim Logistik Posko Respon Dompet Dhuafa menembus jalur ektsrim menuju 3 desa yaitu Desa Silua, Desa Namo dan Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
“Desa-desa tersebut kawasan terdampak gempa yang jauh dari kota dan masih minim bantuan, karena untuk menembus wilayah tersebut harus melewati jalur yang mengalami likuifaksi dan masih berlumpur,” ungkap Ustad Herman Budianto salah satu tim ekspedisi logistik yang dipimpin oleh Kepala Logistik Posko Respon Bencana Gempa Sulteng, Utep, Sabtu (27/10/2018).
Dikisahkan Herman, jalur di tengah likuifaksi itu sebelumnya ditutup karena masih basah dan gembur, ketika tim menuju wilayah tersebut sudah dibuka karena tanah bekas likuifaksi sudah mulai mengering. Jalur tersebut selain mengalami likuifaksi juga dihantam banjir bandang dan longsor sehingga Desa Kororo, Kecamatan Kulawi harus mengalami buka tutup karena jalur sempit akibat longsor.
“Tim harus antere selama 3 jam untuk menempuh 10 s.d 15 Km jalur tersebut, ungkap Ustad Herman.
Dengan semangat yang tidak kenal menyerah akhirnya tim logistik berhasil menembus jalur-jalur sulit untuk masuk ke pos pengungsi di desa yang paling ujung yaitu Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi dalam kurun waktu 6 jam.
Sebelumnya, lanjut Herman, banyak orang menyarankan sebaiknya menggunakan helikopter untuk mengantar bantuan ke sana. Namun tim dengan meyakini kekuatan dari Yang Maha Kuasa berusaha untuk menembus wilayah tersebut lewat darat.





