Gempa Susulan Masih Terjadi, Warga Mamasa Pilih Tinggal di Tenda Darurat

Ilustrasi Kondisi di salah satu tempat pengungsian korban gempa Pidie Jaya/ Antara

MAMASA – Sejumlah warga di wilayah Kabupaten Mamasa masih  memilih berada di tenda darurat karena takut bangunan roboh ketika guncangan gempa terasa keras.

Sejumlah warga memilih mendirikan tenda darurat karena khawatir tertimpa bangunan ketika guncangan gempa semakin keras.

Bupati Mamasa Ramlan Badawi telah meminta warganya untuk tenang dan tetap waspada serta berharap agar masyarakat tidak terpengaruh berita hoaks yang tidak bertanggung jawab dan menunggu imbauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Sejak tiga hari terakhir, gempa di Mamasa tercatat sudah terjadi 67 kali  dan gempa bumi terbesar terjadi pada Senin malam tanggal 6 November 2018 dini hari pukul 01:35:53 WITA, dengan kekuatan 5,5 SR.

“Getaran gempa mengakibatkan masyarakat di Kota Mamuju terbangun dari tidurnya karena getaran gempa cukup keras. Warga berlari mencari ruang terbuka menghindari bangunan tinggi,” kata Endang, salah seorang warga Kota Mamuju, dikutip Antara.

Advertisement