
MOSKOW – Rusia harus menghadapi putaran sanksi baru dari Amerika terkait peracunan mantan mata-mata Rusia dan putrinya di Inggris.
Pemerintahan Trump memberitahu Kongresnya pada Selasa (7/11/2018), jika Rusia gagal membuktikan pihaknya patuh kepada traktat global yang melarang senjata biologis dan kimia.
Sebelumnya Amerika memberlakukan sanksi terhadap Rusia pada bulan Agustus.
Kini, AS akan memberikan sanksi baru, namun belum jelas bentuk dari sanksi baru itu atau kapan diberlakukan.
Ketua dari Komite Luar Negeri, Ed Royce dari Partai Republik mengatakan pemerintahannya belum punya rencana atau jadwal, bagi sanksi wajib putaran kedua ini.
“Tidak mengherankan Vladimir Putin menolak untuk menghentikan penggunaan agen saraf,” katanya, dikutip VOA.
Mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, diracuni bulan Maret yang lalu, ketika mereka terkena racun Novichok, agen saraf dari era Sovyet, di Salisbury, Inggris. Inggris telah menuduh dua agen intelijen militer Rusia sebagai pelakunya. Rusia membantah keterlibatan dalam kasus ini.




