JAKARTA – Pemerintahan Israel terancam bubar karena rontoknya koalisi penyokong Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akibat tidak satu suara soal perang Gaza. Netanyahu lantas memohon partai-partai untuk tidak keluar dari koalisinya demi mencegah pemilu dini.
“Saya berbicara dengan seluruh kepala koalisi. Saya katakan kepada mereka ini saatnya menunjukkan tanggung jawab, jangan membubarkan pemerintahan, terutama di masa-masa sensitif-keamanan seperti sekarang,” kata Netanyahu dalam pernyataannya usai bertemu pimpinan koalisi, dilansir Reuters (19/11).
Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu juga menyatakan akan mengisi posisi Menteri Pertahanan yang ditinggalkan Avigdor Lieberman pekan lalu. Lieberman menyatakan mundur setelah Netanyahu meneken gencatan senjata dengan Hamas di Gaza, mengakhiri baku tembak roket dalam beberapa pekan terakhir.
Mundurnya Lieberman dimaknai sebagai kemenangan bagi Gaza, dirayakan dengan turun ke jalan dan membagikan permen. Lieberman sendiri mengatakan dengan gencatan senjata itu, berarti Israel telah “menyerah”.




