JAKARTA – KasusĀ 5,9 kilogram sampah plastik yang ditemukan di dalam perut paus sperma yang ditemukan mati di perairan Wakatobi mengundang keprihatinan dari berbagai pihak.
Salah satunya dari runner up Puteri Indonesia 2004, Nadia Mulya yang semakin yakin bahwa perlu adanya kebijakan agar mengurangi penggunaan plastik. Sejak enam bulan yang lalu Nadia membuat petisi www.change.org/cukaiplastik untuk mendukung kebijakan cukai plastik.
Sejak kematian paus sperma di Wakatobi, petisinya terus mendapat dukungan lebih dari 150.000 orang hingga Kamis (22/11/2018) malam.
Petisi tersebut menunjukkan semakin banyak orang menganggap pentingnya kebijakan cukai plastik untuk mengontrol konsumsi plastik di masyarakat.
“Sebenarnya wacana soal cukai plastik ini sudah dibahas oleh pemerintah. DPR sudah bahas soal cukai plastik dan berharap bisa diterapkan. Jadi penerapan cukai plastik ini tinggal menunggu `restu’ DPR dulu,” kata Nadia, dilansir Antara.
Nadia juga menambahkan bahwa kebijakan yang tegas untuk mengurangi plastik pernah terbukti sukses. Contohnya adalah saat pemerintah menerapkan kebijakan kantong plastik tidak gratis yang didorong oleh Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik. Penggunaan kantong plastik di masyarakat berkurang hingga 55 persen.
Di Washington DC misalnya, setelah menerapkan cukai plastik sebesar 0.05 dolar AS sejak tahun 2009, penggunaan plastik telah berkurang hingga 85 persen. Jika sebelumnya penggunaan plastik mencapai 22,5 juta per bulan, sekarang menyusut hingga 3,3 juta per bulan.
“Jadi, jika kebijakan cukai untuk plastik ini segera diterapkan, saya yakin penggunaan plastik akan semakin berkurang dan kita dapat menyelamatkan laut serta seisinya dari sampah plastik,” ujar Nadia yang juga merupakan relawan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik.
Diberitakan sebelumnya, menurut laporan BTN Wakatobi sampah plastik yang ditemukan di dalam perut paus tersebut berupa 115 gelas plastik (750 gr), 19 plastik keras (140 gr), 4 botol plastik (150 gr), 25 kantong plastik (260 gr), 2 sandal jepit (270 gr), 1 karung nilon (200 gr), 1000 lebih tali rafia (3.260 gr), dan lain-lain.





