KNKT Ungkap Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion Air Berdasarkan Data Grafik Black Box

Pesawat Lion Air

JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap penyebab jatuhnya Lion Air JT 610 di Perairan Kawarang.

Kepala Subkomite Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan, saat pesawat Lion Air JT 610 mulai bergerak setelah lepas landas, terjadi perbedaan penunjukan kecepatan angle of attack (AoA) indikator milik kapten dan kopilot.

Berdasarkan data grafik dari kotak hitam atau blackbox flight data recorder (FDR) pesawat Lion Air JT-610,  diketahui terjadi masalah dalam penunjuk kecepatan antara kapten pilot dan kopilot.

“Angle of attack indikator sejak mulai dari pesawat bergerak sudah terlihat ada perbedaan antara kiri dan kanan, di mana indikator yang kanan lebih tinggi dari pada yang kiri,” kata Nurcahyo, dilansir Republika, Jumat (23/11/2018).

Menurut Nurcahyo, grafik dari FDR mencatat dan menunjukkan pesawat mengalami stall, yaitu keadaan pesawat yang kehilangan gaya angkat sehingga tidak sanggup lagi melayang di udara mengakibatkannya jatuh dari ketinggian dan tidak terkendali.

Nurcahyo mengatakan, grafik pesawat saat itu tetap terbang, dengan sempat turun sedikit kemudian naik lagi. Saat itu, pesawat berada di ketinggian 5.000 kaki atau 1.524 meter. Akibat pembacaan AoA yang kacau tersebut, mekanisme stabilizer trim atau alat untuk menurunkan hidung pesawat itu secara otomatis bekerja.

“Kemungkinan disebabkan angle of attack di tempatnya kapten yang berwarna merah ini menunjukkan 20 derajat lebih tinggi dan kemudian memacu terjadinya stick shaker mengindikasikan ke pilot bahwa pesawat akan stall kemudian automatic system atau MCAS menggerakkan pesawat untuk turun,” kata Nurcahyo.

Namun, pergerakan MCAS tersebut dilawan oleh pilot penerbangan berdasarkan parameter yang tampak dari grafik, yakni trim down pesawat dilawan pilot dengan trim up pesawat. Hal ini di lakukan pilot hingga akhir penerbangan sebelum jatuh.

 

 

Advertisement