BANDUNG – Hingga tujuh hari ke depan, warga Kota Bandung dan sekitarnya, termasuk wilayah Jabar lainnya, diminta waspada hujan deras dan angin kencang disertai petir.
Kepala Stasiun Geofisika Bandung Tony Agus Wijaya menuturkan, hal itu disebabkan adanya daerah pertemuan angin di Laut Jawa.
”Musim hujannya akan berlangsung hingga April 2019. Namun, memang ada gangguan cuaca pendek. Suhu udara menjadi panas dan tidak turun hujan,” kata Tony, dilansir PR, Jumat (23/11/2018).
Menutur Tony, gangguan cuaca skala pendek akan terjadi hingga 1 atau 2 minggu ke depan. ”Karena, siklus hidup siklon tropis itu paling lama dua minggu. Paling cepat ya beberapa jam. Selain itu juga, memang ada gangguan dari beberapa siklon tropis sehingga terjadi gangguan cuaca seperti sekarang,” katanya.
Peneliti Cuaca dan Iklim dari BMKG Bandung, Muhamad Iid Mujtahiddin menambahkan, adanya gangguan cuaca skala pendek pada beberapa hari terakhir karena adanya siklon tropis Gaja di teluk Benggala dan siklon tropis Bouchra di Samudra Hindia. Dampak dari dua siklon itu ialah terjadi penurunan curah hujan.
”Soalnya, massa udara berpindah ke wilayah yang terdapat gangguan siklon tropis tersebut. Namun, potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi apabila didukung kondisi kelembapan yang cukup. Contohnya, terjadi pemanasan lokal yang cukup kuat sehingga terbentuk awan cumulonimbus (Cb) yang bisa menjulang hingga di atas 10 km di atas permukaan laut,” katanya.





