Ujung Kubah Lava Gunung Merapi Sempat Longsor, PVBMG: Radius Aman 3 Kilometer

Ilustrasi Gunung Merapi Jawa Tengah/Ist

JAKARTA – Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, mengatakan bibir kawah atau ujung kubah lava Gunung Merapi sempat longsor.

Menurutnya bibir kawah yang longsor tersebut baru saja tumbuh sejak 22 Agustus 2018.

PVMBG mencatat kejadian guguran lava pijar akibat kubah lava runtuh terjadi pada 23 November 2018. Saat itu terjadi empat kali guguran lava mengarah ke hulu Kali Gendol dengan jarak terjauh sepanjang 300 meter terjadi hari itu pukul 19.05 WIB. “Guguran ini posisinya di arah tenggara (kawah),” kata Kasbani.

Guguran lava tersebut masih belum berbahaya karena masih berada dalam radius yang direkomendasikan PVMBG untuk dikosongkan sejauh 3 kilometer. “Masih dalam radius. Masih aman,” kata dia.

Menurut Kasbani, jika separuh dari material kubah lava runtuh, awan panas yang terjadi diperkirakan belum membahayakan penduduk. PVMBG memodelkan jika separuh dari kubah lava yang terbentuk saat ini runtuh, jangkauan awan panas masih berada dalam radius bahaya yang dipatok lembaga itu.

“Belum berbahaya karena kita memasang radius (rekomendasi daerah bahaya) 3 kilometer. Seandainya terjadi awan panas terjauh dari simulasi itu hanya 2,2 kilometer,” kata dia, dikutip Tempo, Senin (26/11/2018).

Advertisement