YOGYAKARTA – Masyarakat di sekitar Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dinilai lebih siap dan memahami mitigasi bencana.
Warga sekitar lereng Gunung Merapi masih beraktivitas seperti biasa meski ada peningkatan aktivitas Merapi.
Kepala Desa Glagaharjo, Cangkringan Suroto mengatakan guguran lava beberapa waktu terakhir ini tidak membuat warga panik atau resah dan tetap beraktivitas seperti biasa, seperti ke ladang dan mengurusi ternak. Aktivitas perekonomian warga seperti di pasar tradisional juga tetap berlangsung seperti biasa.
“Warga Glagharjo saat ini telah mempersiapkan diri lebih baik lagi, belajar dari erupsi Merapi 2010. Sedangkan kami dari pihak pemerintah desa juga tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi mengenai dampak erupsi Merapi,” katanya.
Ia mengatakan, pihaknya juga telah mempersiapkan dua titik kumpul di setiap dusun mulai dari Dusun Kalitengah Lor yang hanya berjarak sekitar enam kilometer dari puncak Merapi hingga Dusun Singlar. Total ada delapan titik kumpul untuk warga sebelum evakuasi.
“Masyarakat juga aktif ronda Merapi sebagai upaya untuk menjaga kondusivitas warganya. Saat ini warga juga telah mengemas barang dan dokumen berharga pada satu tempat yang mudah dijangkau dan mudah membawanya saat terjadi bencana,” katanya, dilansir Antara, Kamis (29/11/2018).





