WASHINGTON – Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sedang ditekan oleh anggota parlemen dan aktivis untuk menyatakan bahwa militer Myanmar melakukan genosida terhadap Muslim Rohingya.
Amerika Serikat hingga kini masih ragu-raguĀ menggunakan istilah “genosida”.
“Kampanye pembunuhan, intimidasi dan pemindahan yang disengaja terhadap Rohingya oleh pasukan keamanan Burma jelas memenuhi standar hukum untuk genosida,” ungkap Wakil California Ed Royce, ketua Republik dari Komite Urusan Luar Negeri DPR.
“Sudah lama AS menyebut kekejaman ini apa adanya,” tambahnya lagi, dilansir Press TV, Senin (3/12/2018).
Pemerintahan Trump sejauh ini menolak untuk mengambil sikap tentang masalah ini.
“Dengan tidak bertindak, pemerintah AS membuat dirinya terlibat dalam genosida Rohingya,” kata Simon Billenness, direktur eksekutif Kampanye Internasional untuk Rohingya.
PBB sebelumnya telah menyimpulkan bahwa kekejaman itu adalah genosida.
Meskipun seperti diberitakan sebelumnya laporan firma hukum AS telah digunakan untuk membuat laporan Departemen Luar Negeri yang dirilis pada bulan September, namun, pemerintah gagal menyebut kejahatan “genosida” di Myanmar.
Padahal jika Washington menggunakan istilah genosida untuk mendeskripsikan kekejaman, Washington mungkin akan membuat AS untuk memberlakukan tindakan yang lebih keras terhadap Myanmar.
Wakil Presiden AS Mike Pence bulan lalu menyebut situasi di Myanmar sebagai tragedi yang tanpa alasan, dan masih menghindari istilah “genosida.”





