Permukaan Tanah di Jakut Turun 11 cm Tiap Tahun, Potensi Banjir Rob Makin Tinggi

Ilustrasi banjir di Jakarta Utara/ Okezone

JAKARTA – Penelitian mikro gravitasi empat dimensi (4D) antara tahun 2014 hingga 2018 mencatat telah terjadi penurunan permukaan tanah hampir di semua kawasan di daerah Jakarta Utara sekitar 11 centimeter per tahun.

Peneliti Geofisika, Universitas Indonesia (UI) Syamsu Rosid mengatakan penurunan permukaan tanah inidapat berdampak kepada stabilitas gedung-gedung dan bangunan infrastruktur yang ada di atasnya dan makin tingginya potensi untuk terjadinya banjir rob di daerah Jakarta Utara, karena daratan yang semakin rendah dibandingkan permukaan air laut terutama saat terjadinya air pasang oleh adanya gaya tarik Bulan.

Dikatakannya, pemerintah provinsi DKI Jakarta perlu makin waspada akan kondisi ini dan fokus mengawasi dan mengevaluasi (Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) khususnya di wilayah Jakarta Utara.

Menurutnya, fenomena penurunan permukaan tanah ini sangat mungkin disebabkan eksploitasi air tanah yang berlebihan dan berdampak pada turunnya permukaan air tanah serta makin berkurangnya lahan hijau terbuka sebagai zona resapan air tanah permukaan dan pembangunan infrastruktur berbobot berat yang cukup intensif.

Dikutip Antara, dia  menambahkan penurunan permukaan tanah juga bisa diakibatkan aktivitas manusia yang banyak memicu munculnya getaran pada permukaan tanah (seperti truk-truk bertonase berat yang banyak berlalu lalang di wilayah Jakarta Utara.

 

Advertisement