BOGOR – Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bogor, Hadi Saputra mengatakan, angin puting beliung di Bogor terjadi karena bentukan awan Cumulonimbus (C)B yang cukup matang.
Situasi ini berpotensi terjadi selama puncak musim hujan yang berlangsung di wilayah Bogor hingga akhir Februari 2019.
“Hasil awan CB itu antara lain, angin kencang, petir dan hujan lebat,” katanya.
Cuaca buruk, mendung dan gelap itu terjadi di 4 kelurahan di wilayah Bogor Selatan, yakni di Kelurahan Cipaku, Kelurahan Batutulis, Kelurahan Pamoyanan dan Kelurahan Lawanggintung yang terjadi mulai pukul 15.00 WIB lebih.
Kecepatan angin yang melanda wilayah Batu Tulis, Lawang Gintung dan sekitarnya di Kecamatan Bogor Selatan sekitar 30 knot (50 km per jam) dalam satu hembusan, ujarnya.
“Sapuan angin biasanya mencapai sejauh 100 meter hingga 1 km mengikuti arah angin,”katanya.
Untuk itu, lanjutnya, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan ekstrim yang masih berpotensi terjadi, dengan melihat tanda-tanda seperti diawali dengan petir.
“Masyarakat diimbau kalau sudah terdengar petir jangan berada di lapangan, di bawah pohon, atau papan reklame,” kata Hadi.
Selain itu, warga juga diminta untuk selalu mengikuti informasi cuaca dari BMKG melalui aplikasi yang bisa diunduh di playstore android dengan nama Info BMKG.
Peristiwa angin kencang yang melanda wilayah Batu Tulis, Bogor Selatan menyebar luas melalui pesan sosial, bahkan video saat detik-detik angin melanda wilayah tersebut juga terekam oleh masyarakat.





