BOGOR – Warga Bogor Selatan menjadi saksi mata kedahsyatan angin puting beliung pada Kamis sore yang dalam waktu singkat memporakporandakan pertokoan dan rumah-rumah warga serta menumbangkan pohon-pohon.
Andri Firmansyah (22) karyawan salah satu resto cepat saji di Jalan Shaleh Danasasmita tempat terjangan angin melanda wilayah Cipaku, mengaku kencangnya angin menimbulkan rasa takut warga yang ada di sekitar kejadian.
“Terasa seperti mau kiamat, angin kencang semua atap beterbangan, ditambah hujan dan petir juga,” kata Andri.
Saat kejadian, Andri sedang istirahat duduk di depan resto yang berada di pinggir jalan. Saat itu tidak banyak tamu datang berbelanja.
Puting beliung datang dua kali. Pertama hanya selintas tidak menakutkan, namun tidak lama kemudian angin kedua yang menerjang semua rumah yang ada di sepanjang Jalan Saleh Danasasmita.
“Orang-orang semua ketakutan dan mengucapkan Allahu Akbar,” kata pemuda asal Pamijahan ini, dilansir Antara, Jumat (7/12/2018).
Akibat angin kencang ini sebanyak 770 rumah di Kecamatan Bogor Selatan rusak berat maupun ringan. Kerusakan terberat dialami warga di wilayah Cipaku, rata-rata atap rumah milik warga diterbangkan oleh angin.





