
SURIAH – Koalisi pimpinan Amerika Serikat pada Senin (10/12/2018) menyerang sebuah rumah sakit di Suriah timur, dengan dalih membela rumah sakit dari kekuasaan ISIS.
Koalisi AS mengatakan dalam siaran pers bahwa teroris ISIS menggunakan rumah sakit Hajin di provinsi Deir ez-Zor sebagai tempat untuk melibatkan pasukan mitra.
“Dengan tindakan ini, ISIS menyebabkan rumah sakit kehilangan status terlindungi yang diberikan oleh Hukum Konflik Bersenjata dengan menggunakan fasilitas yang dinyatakan dilindungi oleh Konvensi Jenewa,” kata koalisi, dilansir Anadolu.
Mayor Jenderal Patrick Roberson, mengatakan organisasi teroris “tidak menghargai kehidupan manusia”.
“Ketika kita mendekati mereka, mereka semakin putus asa dan bersembunyi di balik keamanan masjid, rumah sakit dan situs yang dilindungi lainnya,” kata Roberson.
Sementara juru bicara Pentagon Kolonel Rob Manning mengatakan menggunakan rumah sakit adalah “tidak dapat diterima”, yang disebutnya sebagai “taktik standar” yang digunakan oleh kelompok teror ISIS.
Manning mengatakan pasukan AS mendapat tembakan dari rumah sakit namun dia belum berkomentar tentang korban dari serangan tersebut di rumah sakit.
Pada bulan Oktober, beberapa masjid menjadi sasaran koalisi di Hajin, yang menyebabkan puluhan warga tewas.




