
JAKARTA – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Muhamad Yusuf Martak, mewakili massa aksi bela Uighur menuntut agar pelanggaran HAM yang diduga menimpa muslim Uighur agar dihentikan.
Dia menambahkan jika semua massa minta kejelasan dari Kedubes Cina di Indonesia. “Maka itulah kami akan minta kejelasan dari Kedubes China di Indonesia,” kata dia, dikutip Antara.
Demonstran yang membawa atribut bendera dari berbagai organisasi masyarakat itu berharap nantinya akan ada pertemuan untuk mendiskusikan terkait isu pelanggaran HAM yang menimpa muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, China.
Beberapa ruas jalan di kawasan Mega Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, khususnya di depan apartemen Oakwood dipadati kendaraan roda dua dan empat selama aksi bela Uighur berlangsung depan Kedutaan Besar China pada Jumat siang.
Arus kendaraan melambat karena akses masuk ke Jalan Dr Ide Anak Agung Gde Agung ditutup untuk umum, sementara ratusan tentara dan polisi telah siaga di depan Kedutaan Besar China di Jakarta, rumah dinas duta besar China untuk Indonesia.




