WAY MULI – Meski bencana tsunami Selat Sunda sudah berlalu selama 6 hari, sekitar 567 jiwa penduduk Dusun 01, Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan masih mengungsi di malam hari ke bukit dekat kampung mereka karena takut tsunami susulan.
Dusun 01 Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, termasuk kawasan terdampak tsunami yang agak parah. Sekitar 20 rumah di pinggir pantai di dusun ini habis tak tersisa, 12 rumah rusak berat dan 16 rumah rusak ringan.
Kepala Dusun 01, Rafiudin, 52, mengatakan, Dusun 01 yang terdiri dari 4 RT, memiliki penduduk terdampak 95 orang dewasa, 4 orang balita dan 27 anak yang masih duduk di SD, 7 orang duduk di SLTP, 9 orang pelajar SMA dan 4 orang mahasiswa dan di dusun ini juga masih ada 24 orang yang belum berkerja.
“Artinya ada 170 warga Dusun 01 yang terdampak bencana tsunami dari 197 KK dengan 567 jiwa dan 3 orang yang wafat. Artinya, alhamdulillah, 397 warga di Dusun 01 selamat dan dapat menampung dan mendampingi 170 warga yang terkena musibah,” syukur Kadus Rafiudin kepada KBKNews, Sabtu (29/12/2018).
Di dusun 01, lanjut Kadus, ada 180 rumah. Setelah tsunami melanda tersisa 132 rumah yang selamat.
“Untuk saat ini yang dibutuhkan warga Dusun 01 yang terdampak adalah kasur gulung dan beras serta layanan psikologi untuk seluruh warga. Meskipun selamat, tapi seluruh warga masih trauma dan kalau malam hari mengungsi ke atas bukit. Setelah siang, baru turun ke bawah untuk mencari bantuan,” pungkas Kadus.
Kadus juga berterimakasih dengan adanya Pos Kesehatan Dompet Dhuafa di dusunnya, sehingga warga yang luka dan sakit dapat segera terobati.





