SEMALAM pukul 24.00 tahun 2018 telah meninggalkan kita semua, untuk memasuki tahun baru 2019. Tahun 2018 ada yang menyebut Tahun Bencana, karena begitu banyak bencana di negeri ini. Sedangkan tahun 2019 bisa kita sebut Tahun Rencana, sebab begitu banyak rencana anak manusia. Kalangan politisi berencana masuk DPR, Capres-Cawapres berencana masuk Istana melalui Pilpres 17 April 2019, dan kaum PNS punya banyak rencana belanja ini itu. Maklum, mulai per 1 Januari 2019 ini kalangan ASN (Aparatur Sipil Negara) menikmati gaji baru yang naik sekitar 5 persen.
Tahun Baru adalah peristiwa rutin 365 hari sekali, yang kemudian banyak diperingati oleh orang-orang kota. Ada yang dengan pesta kembang api, pesta makan-makan bersama, dan bepergian keluar kota. Hotel-hotel banyak memanfaatkan event ini, dengan berbagai kemasan acara. Apa lagi stasiun TV, semakin dibanjiri program-program cengengesan para selebritis.
Di kalangan pedesaaan mah, tahun baru tak ada yang istimewa. Sebab bagi kalangan pedesaan, hari-hari istimewa itu hanyalah Lebaran dan peringatan Tujuh-belasan. Di situlah anak-anak menikmati baju baru dari orangtuanya. “Rugi”-nya adalah, manakala Lebaran dan 17-an jatuh berbarengan. Baju baru yang mustinya dua potong, hanya sepotong saja.
Tahun 2018 baru saja kita tinggalkan, banyak peristiwa bencana yang tragis mendebarkan, sehingga Koran Tempo pun menyebutnya sebagai “Tahun Bencana”. Sebagaimana data BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), selama 2018 terjadi lebih dari 2.500 bencana alam. Korban meninggal sebanyak 4.700 orang, 10 juta lainnya mengungsi. Beberapa yang menonjol adalah, gempa NTB, tsunami Palu-Donggala dan Banten-Lampung kemarin.
Bencana ini meningkat karena rencana pemerintah yang memperketat anggaran dengan “aji pengiritan”. Akibatnya sangat ironis. Gara-gara anggaran pencegahan dikurangi, anggaran penanggulangan jadi membengkak. Anggaran untuk alat pendeteksi tsunami ditiadakan, sedangkan sirine peringatan tsunami hanya dipasang di tempat-tempat tertentu, itu pun banyak dicolong orang.
Tak jelas kenapa anggaran mitigasi bencana ditiadakan, apakah dananya tersedot untuk Pilpres-Pileg serentak bulan April nanti? Ya, pemerintah memang sedang banyak rencana di tengah banyak bencana. Sebagaimana lazimnya petahana, pasti Jokowi ingin memperpanjang kekuasaannya. Itu baru Capres, para Caleg DPRD-DPR juga berencana merebut kursi-kursi di Senayan.
Di kala para korban bencana bermuram durja, kalangan PNS di tahun baru 2019 ini justru berseri-seri wajahnya. Sebab mulai Januari ini gaji mereka naik 5 %. Yang menarik, gaji mereka akan meningkat lebih banyak sebab yang namanya “gaji pokok” bukan lagi mengacu ke masa kerja, melainkan beban kerja, tanggungjawab dan resikonya. Dulu gaji pokok terendah PNS sekitar Rp 1,2 juta, gaji pokok tertinggi sebesar Rp 4,44 juta. Tapi kini gaji pokok tertinggi bisa sampai Rp 14,3 juta.
Karenanya menjalani tahun baru 2019 ini kalangan ASN bisa tambah banyak rencana. Bisa untuk pendidikan anak-anaknya, untuk memperbaiki rumahnya, atau mempergemuk pundi-pundinya. Dan yang masih bujangan, boleh saja dengan tahun baru, gaji baru istripun baru. (Cantrik Metaram)





