Israel Kembali Rencanakan Perketat Peraturan untuk Tahanan Palestina

Ilustrasi Sepasang Pemuda Palestina menikah di Tenda Demosntrasi mensupport tahanan Palestina yang mogok makan. Foto: Anadolu

TEL AVIV – Menteri Keamanan  Israel Gilad Erdan telah mengumumkan rencana untuk memperketat kondisi tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, termasuk menjatah pasokan air dan mengurangi jumlah kunjungan keluarga.

Langkah-langkah yang direncanakan, yang diharapkan mulai berlaku dalam minggu-minggu mendatang setelah disetujui oleh kabinet Israel, dikritik tajam oleh para pemimpin dan aktivis Palestina yang menyebut mereka sebagai eskalasi pelanggaran HAM oleh Israel.

Erdan mengatakan penjara juga akan menghapus hak memasak dan membatasi akses tahanan di televisi serta memblokir dana untuk Otoritas Palestina.

Menteri mengatakan bahwa kunjungan keluarga telah dihentikan karena para tahanan yang berafiliasi dengan gerakan Palestina, Hamas.

“Rencana itu juga termasuk mencegah anggota Knesset [parlemen Israel] mengunjungi tahanan Palestina,” tambah Erdan, yang tahun lalu membentuk komite untuk membuat kondisi penjara lebih keras bagi mereka yang “melakukan aksi terorisme”.

Kebijakan memisahkan tahanan Hamas dari mereka yang berafiliasi dengan faksi Palestina Fatah juga akan berakhir, karena Erdan mengatakan bahwa menahan narapidana di sel berdasarkan afiliasi organisasi mengakibatkan “memperkuat identitas organisasi mereka”.

Menteri juga mengatakan bahwa akan ada “batas yang jelas” pada jumlah air yang dikonsumsi seorang tahanan setiap hari.

 

Advertisement