
MOSKOW – Angkatan Laut Rusia dilaporkan tengah mengembangkan rudal jelajah jarak jauh mencapai 2.800 mil (4.500 km) atau tiga kali dari jangkauan rudal jelajah Tomahawk Block III TLAM-C Amerika Serikat (AS).
Kantor berita TASS mengutip sumber di kompleks industri militer Rusia melaporkan rudal tersebut nantinya akan diangkut oleh kapal-kapal permukaan besar dan kapal selam nuklir setelah dikirim ke armada.
Pemerintah maupun militer Moskow belum secara resmi mengonfirmasi bahwa Angkatan Laut-nya membuat rudal jelajah Kalibr-M yang baru.
Namun pejabat senior pertahanan AS atau Pentagon sebelumnya telah menyatakan keprihatinannya atas pembuatan rudal tersebut.
“Misil Rusia tidak setinggi 10 kaki, tetapi mereka memiliki kemampuan yang membuat saya tetap waspada, prihatin,” kata Laksamana James Foggo III, komandan Angkatan Laut AS untuk Eropa.
“Ia memiliki jangkauan yang, jika diluncurkan dari salah satu lautan di sekitar Eropa, dapat menjangkau salah satu ibu kota Eropa. Itu merupakan kekhawatiran bagi saya, dan itu merupakan kekhawatiran bagi mitra dan teman-teman NATO saya,” tambahnya.




