Ada Jejak Tsunami 3000 Tahun Lalu di Pantai Binuangeun, Warga Lebak Diminta Perkuat Upaya Mitigasi

Ilustrasi: Alat pendeteksi tsunami.

LEBAK – Jejak bekas tsunami pada 3000 tahun lalu masih terdapat di  Pantai Binuangeun Desa Muara Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak.

Bukti adanya tsunami besar di Selat Sunda ditemukan dalam bentuk batuan koral berukuran besar di bibir Pantai Binuangeun Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

“Ada tiga buah batu koral berukuran besar didaratan sekitar pantai Binuangeun Ini. Tadinya ada di laut, tapi terangkat ke daratan oleh tsunami. Ini sekitar 3.000 tahun lalu, ada juga 1.600 tahun lalu dan ada yang dari 300 tahun lalu,” kata Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Eko Yulianto, ketika berkunjung ke Pantai Binuangeun, Sabtu (12/1/2019).

Sementara Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo yang juga ikut dalam rombongan kunjungan mengatakan, adanya jejak tsunami ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah (Pemda), dalam hal ini Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten, serta masyarakat harus meningkatkan kesiap-siagaan dengan memperkuat upaya-upaya mitigasi.

“Selain menyiapkan rute-rute evakuasi dan melakukan tata ruang yang berbasis risiko bencana juga penanaman pohon, ” ujar Doni Monardo, dilansir Antara, Minggu (13/1/2019).

Doni nenuturkan, penanaman pohon nantinya diserahkan kepada pemerintah kabupaten, termasuk melibatkan dinas kehutanan provinsi. Penanaman nantinya memperhatikan juga berapa panjang pantai, dan setiap wilayah tentu ada lapisan.

“Kita minta Bupati untuk menyusun rencana pengajuan ke BNPB. Kebutuhan apa yang dapat diusulkan nanti ke kementrian keuangan,” katanya.

 

Advertisement