MAJALENGKA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa wilayah Majalengka dan sekitarnya saat ini tengah memasuki puncak musim hujan.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Jatiwangi, Ahmad Faa Iziyn mengatakan intensitas curah hujan yang akan terjadi termasuk kategori tinggi, yaitu di atas 300 milimeter per bulan.
Khusus untuk wilayah Majalengka bagian selatan, curah hujan dipengaruhi oleh faktor lokal dekat pegunungan dibandingkan dengan wilayah Majalengka lainnya. Itu menyebabkan di wilayah selatan Majalengka intensitas curah hujan lebih banyak.
“Akan tetapi, semua wilayah Majalengka diperkirakan tetap masuk dalam kategori tinggi,” jelasnya, dilansir Pikiran Rakyat, Kamis (17/1/2019).
Secara umum, puncak musim hujan terjadi apabila intensitas hujan tinggi dan lama, serta disusul dengan luasan wilayah yang terdampak.
Setelah pertengahan Februari nanti, tren curah hujannya akan menurun. “Biasanya (intensitas hujan) mulai menurun pada Maret, April, dan Mei,” katanya.
Terkait dengan musim hujan, terdapat sejumlah dampak bencana alam yang kemungkinan berpotensi terjadi, seperti banjir, longsor, dan pergerakan tanah.
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Kabupaten Majalengka merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang tergolong rawan bencana alam. Kondisi geografis yang dipenuhi perbukitan dan dataran tinggi menjadi faktor utama tingginya potensi rawan bencana alam.





