MINAHASA – Sepekan berlalu setelah Deasy Tuwo, kepala laboratorium sebuah penangkaran kerang mutiara di Minahasa, Sulawesi Utara, tewas setelah diterkam buaya peliharaan pada Kamis (10/1/2019), potongan tubuhnya diduga masih ada di perut buaya.
Hendrik Rundengan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara mengatakan kepada AFP, Rabu (16/1/2019) jika buaya bernama Merry itu memakan salah satu tangan Deasy dan bagian perutnya sebagian besar sudah tidak ada.
“Bagian-bagian tubuh itu masih ada di dalam perut buaya,” katanya.
Reptil bertubuh besar itu kemudian dibius dan dipindahkan dari kandangnya pada Senin (14/1/2019).
Butuh waktu tiga setengah jam dan puluhan orang, termasuk pegawai BKSDA, tentara dan polisi, untuk memindahkan Merry, dan rencananya akan dipindahkan ke area konservasi.




