JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan topan Riley atau siklon tropis Riley terbentuk pada Kamis (24/1/2019) dini hari di Samudera Hindia sebelah selatan Pulau Jawa.
“Badai tropis ini berupa gugusan awan yang memutar berbentuk seperti spiral yang mengitari pusat tekanan rendah,” jelasĀ Kepala Sub-Bidang Prediksi Cuaca BMKG, Agie Wandala Putra.
Dampak dari siklon tropis Riley yakni mempengaruhi pola angin di wilayah Indonesia dan menyebabkan terbentuknya daerah konvergensi di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur (NTB dan NTT).
“Kondisi ini menyebabkan potensi peningkatan jumlah curah hujan di wilayah tersebut meningkat,” ujar Agie.
Siklon tropis Riley menyebabkan peningkatan kecepatan angin di wilayah Indonesia sehingga menyebabkan ketinggian gelombang laut juga meningkat. Khususnya yaitu di Laut Jawa, Laut Banda, Laut Flores, Laut Arafuru dan Samudera Hindia.
“Sedangkan untuk ketinggian gelombang memang sangat perlu diwaspadai hingga sepekan ke depan di Laut Jawa, Laut Banda, Laut Flores, Laut Arafuru dan Samudera Hindia,” ujarnya, dikutip Tempo.co.
Sebelumnya diberitakan, dampak topan Riley membuat Pantai Warna Oesapa di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) porak-poranda diterjang gelombang laut. Angin kencang disertai hujan lebat dan gelombang tinggi dilaporkan sejak Rabu malam.
Dampak siklon tropis Railey juga dirasakan di wilayah Indonesia lainnya yaitu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.





