PBB Ingatkan Sanksi AS untuk Venezuela Bisa Sebabkan Kelaparan dan Krisis Kesehatan

Ilustrasi Mogok massal di Caracas 5/7 menentang rencana Presiden Nicolas Maduro menggelar referendum untuk membentuk Majelis Konstitusi

VENEZUELA – Seorang ahli hak asasi manusia PBB menyatakan keprihatinan setelah AS menjatuhkan sanksi pada perusahaan minyak milik negara Venezuela.

“Saya khususnya prihatin mendengar laporan bahwa sanksi ini ditujukan untuk mengubah pemerintah Venezuela,” kata Pelapor Khusus Idriss Jazairy dalam sebuah pernyataan tertulis, Kamis (31/1/2019), yang diterima Anadolu.

Jazairy mengatakan sanksi itu bisa memicu krisis kesehatan.

“Sanksi yang dapat menyebabkan kelaparan dan kekurangan medis bukanlah jawaban untuk krisis di Venezuela,” katanya.

Dia mencatat bahwa krisis di Venezuela tidak akan diselesaikan dengan sanksi.

“Mengendapkan krisis ekonomi dan kemanusiaan bukan fondasi untuk penyelesaian sengketa secara damai,” katanya.

Jazairy menyerukan belas kasih bagi rakyat Venezuela. Dia juga meminta komunitas internasional untuk terlibat dalam dialog konstruktif dengan Venezuela untuk menyelesaikan masalah.

Pada hari Senin, AS memberlakukan sanksi terhadap perusahaan minyak milik negara Venezuela, PDVSA, dan anak perusahaannya di AS, Citgo untuk menekan Presiden Nicolas Maduro untuk mundur.

Advertisement