RIAU – Cordofa Riau melanjutkan Safari Dakwah bersama sejumlah Dai pada Minggu (31/3/2019) dengan melaksanakan kajian di Masjid Al-Ikhsan Desa Panglima Raja, yang mayoritas dihuni oleh Suku Laut (Suku Duano).
Meski saat Minggu Subuh hujan mengguyur kampung disana dengan lebat, namun anak muda Pejuang Subuh Concong dan jemaah lainnya tetap berjuang hadir melawan dingin dan melewati hujan. Kajian Subuh didominasi anak muda yang menjadi harapan sebagai penerus Suku Laut (Suku Duano).
Setelah pengajian subuh, Cordofa Riau bersama masyarakat berkeliling melihat kediaman Suku Laut (Suku Duano), yang sudah puluhan tahun hidup di atas air dan tidak mau untuk hidup di darat.
Tradisi dan memang kodratnya begitu, dari nenek moyang mereka terdahulu yang hidup di laut. Bangunan rumah yang dibangun dengan penyangga tiang-tiang tinggi yang terbuat dari kayu hutan yang kuat dan tahan air. Sebagian mereka yang agak mampu, tiang-tiang penyangga dibuat dari beton. Kehidupan mereka berawal di atas air dan berakhir di atas air. Mereka hidup selamanya di atas air dan tidak bisa lepas dari air dan kekayaan laut.
“Dai Cordofa Riau beserta rombongan sangat senang bisa bersilaturahmi dan bisa menyapa saudara-saudara yang ada di Concong, pinggiran atau daerah pesisir laut yang menghadap Selat Malaka. Semoga silaturahmi ini terus terjalin dengan baik ke depannya. Insya Allah dalam waktu dekat Dompet Dhuafa Riau bersama Cordofa Riau akan mengirim dan menempatkan Dai yang menetap di Suku Laut (suku Duano)”, jelas Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Riau, Ali Bastoni, dalam keterangan pers yang diterima KBK, Selasa (2/4/2019).





