
PEMILU terbesar di dunia dalam tujuh tahap jadwal pemungutan suara digelar India mulai 11 April hingga 23 Mei yang hasilnya akan resmi diumumkan pada 23 Mei.
Partai Bharatia Janata (BJP) pimpinan PM petahana Narendra Modi diperkirakan akan memenangi kembali Pemilu yang diikuti 900 juta pemilih yang dilakukan oleh 1.841 partai untuk memperebutkan 545 kursi di Lok Saba (parlemen) termasuk dua kursi yang disediakan bagi komunitas Anglo India.
BJP dalam manivesto politiknya berjanji, jika memenangi Pemilu bakal menyediakan 33 persen kursi di parlemen untuk perempuan yang akan dicantumkan dalam amandemen konstitusi.
Janji lainnya, penyelarasan seluruh tingkatan progam pembangunan, kesejahteraan kaum perempuan, tata kelola pemerintah yang baik dan mempertebal sikap nasionalisme.
BJP juga berjanji akan menggelontorkan hingga 300 milyar dolar AS dana pembangunan pedesaan, sedangkan tunjangan tunai bagi petani penerima bantuan sebesar 6.000 rupee selama ini bakal ditingkatkan.
Namun, terkait bantuan bagi petani tersebut, pihak oposisi (Partai Kongres) bahkan menjanjikan dana yang lebih besar lagi yakni 72.000 rupee untuk 250 juta petani miskin.
Selain iming-iming insentif ekonomi seperti penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 2017 yang dinilai menghambat kelancaran bisnis dan menekan laju pertumbuhan, BJP juga menarik simpati pemeluk agama Hindu yang merupakan mayoritas dengan membangun Candi Rama di Ayodhya, negara bagian Uttar Pradesh.
Terkait isu wilayah sengketa Kashmir, BJP berjanji menghapus pasal konstitusi yang menjamin hak istimewa bagi penduduk Kashmir asli.
Pemungutan suara digelar pada 11, 18, 23 dan 29 April, kemudian 6, 12, 19 Mei di sekitar 1-juta TPS yang didirikan di seantero negeri.
Berdasarkan jajak pendapat Hindu CSDS-Lokniti terakhir , Modi diperkirakan akan meraup 43 persen suara, sedangkan lawannya, Rahul Gandhi 24 persen suara, sementara BJP diprediksi bakal mengumpulkan 43,4 persen suara dibandingkan Partai Kongres 8,9 persen suara.
Selamat berpesta demokrasi!
(AP/Reuters/AFP)




