Sumiarsih Pasrah 30 Tahun Jual Rumah Tak Pernah Laku karena Ada di Wilayah Langganan Banjir

Sumiarsih/ Tribun Jabar

BANDUNG – Sumiarsih (54), warga Kampung Babakan, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung menjadi salah satu warga terdampak banjir dimana rumahnya terendam air setinggi dua meter.

Setiap kali banjir menerjang kawasan Dayeuhkolot, Sumiarsih bersama suami dan empat orang anak mereka terpaksa mengungsi ke Masjih Besar Ash Shofia, yang berada di Jalan Dayeuhkolot.

“Saya mengungsi di masjid sudah satu minggu, karena banjir belum surut juga,” kata Sumiarsih kepada Tribun Jabar di Dayeuhkolot, Selasa (9/4/2019).

Sumiarsih mengatakan jika dia di Dayeuhkolot hanya mengontrak, karena ia memiliki rumah di Kampung Cigosol, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, namun sudah tidak ditinggali sejak awal 1990-an.

Alasannya karena  pada tahun tersebut banjir sudah sering merendam kampung sekitar bantaran Sungai Citarum, bahkan yang terparah merendam seluruh bagian rumah dan tersisa bagian atap saja.

Akibatnya, suami Sumiarsih, memutuskan untuk pindah ke wilayah sekitar yang masih terbebas banjir dan memasang plang “rumah ini jual”. Upaya untuk menjual rumahnya itu tidak berhasil.

“Berniat untuk menjual saja tetapi tidak ada yang minat,” katanya.

Pasrah terhadap kondisi tersebut, Sumiarsih bersama anggota keluarga lainnya pun, meninggalkan rumah itu lalu mengontrak rumah di Kampung Bojongasih, Desa Dayeuhkolot dan saat ini di Kampung Babakan.

Sumiarsih mengatakan, rumahnya saat ini sudah dalam kondisi hancur, sebagian komponen rumah telah hilang tersapu banjir dan digondol oleh pencuri, yang tersisa hanya tembok-tembok tertutup lumut.

“Pasrah, mau pindah kemana? Ini saja ngontrak, rumah di Cigosol tidak pernah ada yang mau beli,” katanya, dilansir Tribun Jabar.

 

Advertisement