JAKARTA, KBKNEWS.id – Jamaah haji Indonesia sudah mulai bergerak kawasan Arafah untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah.
Pemerintah mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi tubuh sekaligus mematuhi ketentuan ihram selama berada di Armuzna.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Ulfa Assegaf, mengatakan fase puncak haji menjadi momen penting yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental seluruh jamaah.
“Puncak ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang baik. Jamaah diharapkan bisa menjaga kesehatan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar,” ujar Maria.
Selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, jamaah diimbau memperbanyak istirahat, makan secara teratur, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh untuk menghindari dehidrasi akibat cuaca panas di Arab Saudi.
Pemerintah juga meminta jamaah menggunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar tenda. Bagi jamaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, obat pribadi diminta selalu dibawa agar mudah digunakan sewaktu diperlukan.
Selain menjaga kesehatan, jamaah diingatkan tetap mematuhi larangan ihram. Untuk jamaah laki-laki, tidak diperkenankan memakai pakaian berjahit maupun penutup kepala yang melekat.
Sementara jamaah perempuan tidak diperbolehkan mengenakan cadar dan sarung tangan selama dalam keadaan ihram.
Jamaah juga diminta menghindari larangan ihram lainnya seperti memotong kuku, mencabut rambut, dan menggunakan wewangian setelah berniat ihram.
Selain itu, jamaah diimbau menjaga ucapan dan perilaku agar ibadah tetap khusyuk selama menjalani puncak haji.





