JAKARTA – Presiden Joko menanggapi kasus pengeroyokan yang menimpa Audrey, siswi SMP di Pontianak oleh sejumlah pelajar SMA.
Dalamakun facebooknya @Presiden Joko Widodo, Jokowi mengaku miris setelah mendengar kasus ini, “Saya telah mendengar tentang peristiwa yang menimpa seorang anak kita, siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, yang dikabarkan menjadi korban perundungan beberapa anak lain.”
Dia menambahkan telah meminta Kepala Kepolisian RI untuk bertindak tegas menangani kasus ini. Penanganannya harus bijaksana dan berjalan di koridor undang-undang yang sesuai, mengingat para pelaku dan korban masih di bawah umur.
“Yang pasti adalah, kita sedang menghadapi masalah perubahan pola interaksi sosial antarmasyarakat melalui media sosial. Kita sedang dalam masa transisi pola interaksi sosial itu, hendaknya lebih berhati-hati.”
Jokowi juga berharap agar orang tua, guru, dan masyarakat turut bersama-sama merespons setiap perubahan-perubahan yang ada, mengawasi betul anak-anak kita, serta meluruskan hal-hal yang tidak benar.
“Usulan revisi terhadap regulasi yang berkaitan dengan anak-anak itu satu hal, tapi yang paling penting lagi adalah budaya kita, etika kita, norma-norma kita, nilai agama kita, semua tidak memperbolehkan adanya perundungan, apalagi penganiayaan fisik,” tutup Jokowi di akun facebooknya @Presiden Joko Widodo.
Kasus Audrey ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, dan tagar #JusticeforAudrey sempat menjadi tranding topic di twitter. Jutaan warganet juga sudah menandatangani petisi #JusticeforAudrey yang menyuarakan empati pada Audrey, yang kini masih mengalami trauma dan dirawat di rumah sakit.





