Luapan Sungai Cisadane Rendam Ribuan Rumah di Tangerang

Ilustrasi Banjir di Perum Total Persada Tangerang

BANTEN – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Agus Suryana  mengatakan warganya yang terdampak banjir masih bertahan di rumah masing-masing meski air sudah surut pada beberapa lokasi lainnya di Kecamatan Pakuhaji.

Sementara dia mengatakan pihak BPBD Kabupaten Tangerang, Banten juga sudah  mendirikan dapur umum untuk membantu korban banjir akibat Sungai Cisadane meluap di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Pakuhaji.

“Kami siaga sejak Jumat (26/4) di lokasi dan ada dapur umum serta memberikan bantuan logistik lainnya,” kataany di Tangerang, Sabtu (27/4/2019), dilansir Antara.

Dia mengatakan semula ketinggian mencapai 80 cm hingga 1,2 meter terutama di Desa Tanjung Burung dan Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji.

Banjir disebabkan meluapnya Sungai Cisadane sehingga merendam ribuan rumah penduduk dan areal persawahan terutama yang berada di bantaran sungai dan letaknya lebih rendah.

Namun banjir menerjang sebanyak 1.265 kepala keluarga (KK) di Tanjung Burung yang merupakan areal terparah karena pemukiman penduduk berada di dekat muara sungai.

Sedangkan wilayah lain yang terkena banjir di pesisir yakni Kecamatan Teluknaga, yang rumah penduduk bersebelahan di bandaran sungai.

Bahkan banjir juga merendam rumah penduduk di Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan dan Kecamatan Kelapa Dua hanya jumlahnya belasan KK.

Berdasarkan data BPBD setempat bahwa banjir juga menggenangi rumah penduduk lainnya di Pakuhaji yaitu di Desa Gaga sebanyak 300 KK, Desa Kalibaru (468 KK), Desa Kohod (20 KK).

Banjir datang secara tiba-tiba karena sejak dua hari terakhir ini hujan turun di Kabupaten Bogor, Jabar dan bendungan Pintu 10 di Kota Tangerang daerah aliran tidak mampu menahan debit air menyebabkan lima kecamatan di Kota Tangerang diterjang air bah.

Menurut dia, petugas telah siaga perahu karet dan peralatan pendukung evakuasi warga terkena korban banjir.

 

Advertisement