JAKARTA – Pemerintah RI berencana mengadakan diskusi informal untuk membahas isu Palestina pada masa presidensi Indonesia di Dewan Keamanan PBB sepanjang Mei 2019.
Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Ruddyard menyebutkan bahwa diskusi informal yang diadakan Indonesia dengan format “Arria Formula” itu bertujuan untuk tetap mengingatkan masyarakat internasional dengan perjuangan dan situasi rakyat Palestina.
Adapun fokus pembahasan dari diskusi tersebut adalah tentang pembangunan berbagai kawasan permukiman ilegal (illegal settlement) oleh Israel yang menjarah tanah milik rakyat Palestina, khususnya terkait aspek hukum dan kemanusiaan, dengan penekanan pada Resolusi Dewan Keamanan No.2334 tahun 2016.
“Diskusi ini penting bagi kita untuk mengingatkan kembali bahwa isu ‘illegal settlement’ masih ada dan keadaannya makin memburuk. Ini benar-benar isu pelanggaran HAM dan bukan hanya isu politis, itu nyata,” ucap Febrian.
Menurut dia, diskusi di DK PBB tersebut juga akan mencari berbagai masukan kreatif dan inovatif untuk mendapatkan solusi bagi permasalahan di Palestina.
Febrian menambahkan bahwa melalui diskusi tersebut, pemerintah Indonesia juga berupaya untuk memetakan dukungan dari negara-negara yang mendukung pembahasan isu Palestina. “Sehingga kita bisa tahu siapa mitra atau rekan kita saat membawa isu Palestina,” kata dia, dikutip Antara.





