SRI LANKA – Sri Lanka masih melarang diadakannya misa di gereja-gereja Katolik di ibukota Sri Lanka, Kolombo, pada pekan kedua setelah aksi pemboman Paskah yang menewaskan 253 orang.
VOA melaporkan, Pendeta Edmund Tillakaratne, juru bicara keuskupan Kolombo, mengatakan, Kamis (2/5/2019), Kardinal Malcolm Ranjith telah membatalkan semua misa Minggu di keuskupannya setelah mempertimbangkan laporan-laporan terkini mengenai masalah keamanan.
Pekan lalu, warga Muslim juga diminta untuk tidak datang ke tempat-tempat penyenggaraan shalat Jumat, sementara seluruh gereja Katolik di Sri Lankaditutup.
Namun karena tidak ada misa Minggu seperti biasanya, Ranjith menyampaikan khotbah yang ditayangkan televisi.




