JAKARTA, KBKNEWS.id – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan OMC disiapkan sebagai langkah tambahan bersama pemadaman dari udara atau aerial firefighting. Teknologi modifikasi cuaca tersebut akan digunakan dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan.
Selain OMC, BNPB juga menyiapkan helikopter untuk melakukan water bombing. Upaya ini diperlukan karena sejumlah titik api berada di kawasan dengan tebing terjal yang sulit dijangkau oleh tim pemadam di darat.
Pemerintah berharap kombinasi pemadaman darat, water bombing, dan OMC dapat menjangkau titik-titik api yang terisolasi sehingga kebakaran tidak semakin meluas ke kawasan hutan konservasi lainnya.
Penanganan karhutla juga didukung dengan status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Status tersebut berlaku selama 180 hari, mulai 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.
BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau serta mematuhi arahan penutupan sementara kawasan wisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) demi mendukung proses pemadaman.





