TUNISIA – Serikat Buruh Umum Tunisia menuntut penarikan penjualan tisu yang diimpor dari Israel dan dipromosikan di salah satu toko besar di Tunisia.
Mereka juga meminta warga untuk memboikot produk-produk tersebut. Foto-foto telah diedarkan di situs-situs media sosial yang memperlihatkan tisu yang bertuliskan “Made in Israel”. Para pemimpin media sosial mengecam keringanan otoritas Tunisia dengan normalisasi komersial.
Serikat Buruh juga meminta Kementerian Pariwisata dan Urusan Luar Negeri untuk menyelidiki organisasi perjalanan wisata Tunisia yang disengaja untuk menduduki Palestina melalui pengesahan prosedur keamanan dan administrasi resmi entitas Zionis, yang merupakan normalisasi pariwisata dengan Israel.
Dilansir Middle East Monitor, Direktur Jenderal Kepentingan di Kementerian Perdagangan dan Pariwisata, Habib Jelassi, menjelaskan bahwa Departemen Kepentingan Kementerian Perdagangan tidak menandatangani kesepakatan dan tidak melakukan operasi pasokan.
Sebaliknya, tisu ini telah lama dipasok dari asal Spanyol dan distributor Prancis karena CASINO yang mendistribusikan barang ke merek dagang GEANT dan tidak mengirim barang buatan Israel ke Tunisia karena tidak ada perdagangan yang berhubungan dengan Israel.





