TRIPOLI – Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengungkapkan keprihatinan atas laporan mengenai terputusnya aliran air bersih ke Tripoli, Libya.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan pada Minggu (19/5/2019) sebuah kelompok bersenjata menyerang stasiun distribusi air Tripoli dan dilaporkan mereka telah menghentikan aliran air pasokan untuk Tripoli dan kota-kota lain di barat laut negara itu, termasuk Gharyan dan Al Zawayi.
Akibatnya, 2 juta orang kini tidak memiliki akses terhadap pasokan air.
Sebelumnya, beberapa distrik Tripoli sudah mengalami pasokan air yang sedikit dan dampak penuh dari pemutusan ini diduga akan terasa dalam dua hari mendatang, kecuali kalau air dialirkan kembali.
Sejak 4 April, daerah di dan sekeliling ibu kota Libya itu telah berubah menjadi kawasan pertempuran.
Jenderal Khalifa Haftar, yang menguasai bagian timur Libya, bergerak ke barat ke arah Tripoli dalam upaya merebut kendali dari Dewan Kepresidenan dan Perdana Menteri Fayez al-Sarraj, yang didukung PBB. Seruan PBB agar gencatan senjata diterapkan selama Ramadan telah gagal.





