LEBANON – Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri menegaskan pemerintahan dan parlemennya menolak rencana perdamaian Israel-Palestina gagasan Amerika Serikat.
Penolakan tersebut dinyatakan setelah Amerika Serikat mengungkap tahap pertama rencana perdamaiannya dalam konferensi di Manama, Bahrain.
Konferensi tingkat tinggi yang digagas AS itu dihadiri sejumlah pihak terkait, termasuk pemimpin sejumlah negara Arab seperti Arab Saudi, Israel, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.
Meski turut diundang, namun Lebanon tidak mengirimkan delegasinya.
Diberitakan sebelumnya menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner mengimingi Palestina  investasi sebesar US$50 miliar atau Rp708 triliun, untuk perbaikan perekonomian di Timur Tengah.
Reuters melaporkan, Libanon mendapat US$6 miliar dari total dana investasi itu. Sebagian besar warga Libanon menganggap dana itu merupakan bentuk insentif yang diberikan agar pemerintah mau menjadikan pemukiman para pengungsi Palestina di negara itu permanen.





