Ban Ki Moon Sebut Bangladesh Tak Dapat Diharapkan Lagi jadi Tuan Rumah Rohingya

Etnis minoritas muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine (Arakan), Myanmar berusaha menghindari aksi pembantaian, persekusi dan perkosaan oleh tentara dan etnis mayoritas Myamar meliwati rawa-rawa, sungai dan laut menuju wilayah Bangladesh.

BANGLADESH – Mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon memperingatkan Bangladesh tidak dapat diharapkan untuk terus menjadi tuan rumah bagi populasi rohingya yang banyak mengungsi di negara tersebut.

“Tidak mungkin bagi Bangladesh untuk menjadi tuan rumah sejumlah besar Rohingya untuk waktu yang lama,” ungkap Moon, kepada kantor berita resmi Sangbad Sangstha dalam kunjungannya ke kamp sementara Rohingya di distrik Bazar, Cox selatan, Rabu (10/7/2019).

Moon juga mengkritik Myanmar karena keengganannya mengizinkan anggota komunitas yang dianiaya kembali ke negara asal mereka.

Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan negara Myanmar, menurut sebuah laporan oleh Ontario International Development Agency.

Lebih dari 34.000 Rohingya juga dilemparkan ke dalam api, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli.

Moon menambahkan sekitar 18.000 perempuan dan gadis Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar dan 113.000 lainnya dirusak.

Pemerintah Myanmar telah membantah tuduhan penganiayaan terhadap Rohingya dan mengatakan kampanye militernya di seluruh Negara Bagian Rakhine utara adalah tanggapan terhadap serangan oleh pemberontak Rohingya.

Menunjuk solusi permanen dari krisis, Moon mengatakan bahwa repatriasi yang aman dan bermartabat dari para pengungsi adalah suatu keharusan bagi solusi harmonis dari krisis Rohingya.

“Pemerintah Myanmar harus berbuat lebih banyak agar Rohingya dapat kembali ke tanah air mereka tanpa takut akan penganiayaan,” tegas Moon, sebagaimana dilansir Aljazeera.

Advertisement