Hindari Konflik Bersenjata, Setiap Hari Ada 300 Warga Kongo yang Melarikan Diri ke Uganda

ilustrasi/ist

UGANDA – Pekerja bantuan di Uganda mengatakan pengungsi dari Kongo meningkat dua kali lipat sejak Juni menjadi 300 orang per hari,  setelah adanya konflik bersenjata di Republik Demokratik Kongo (DRC).

Para pengungsi dilaporkan pergi melawan malam-malam yang dingin dan menempuh risiko gelombang besar di Danau Albert untuk mencapai perbatasan Uganda.

Pengungsi Gipato Margaret mengatakan pertempuran intensif terjadi dalam dua minggu terakhir di kota DRC, Chomya.

Sementara Pengungsi Joshua Oshaki kehilangan kontak dengan istrinya selama pertempuran di wilayah Ituri DRC tetapi berhasil melarikan diri dengan kedua anaknya.

Deputi perwakilan UNCHR untuk Uganda, Kemlin Furley, mengatakan gelombang masuknya pengungsi itu mengikis pendanaan lembaga tersebut.

“Sekitar 17 persen dari semua kebutuhan, perlu dipenuhi. Jadi, gelombang kedatangan baru ini benar-benar menantang. Kita kekurangan dana untuk memberi bantuan yang sangat mereka butuhkan. Bantuan yang menyelamatkan jiwa ketika tiba,” ujarnya, dilaporkan VOA.

Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan sedang berupaya untuk menyediakan bantuan bagi para pengungsi baru tetapi memperingatkan anggarannya tidak akan bertahan lama.

 

Advertisement