MATARAM – Fenomena puncak Gunung Rinjani tertutup awan yang melingkar seperti “bertopi” disebut tak ada kaitannya dengan pertanda gempa yang terjadi akhir-akhir ini di Nusa Tenggara Barat.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram, Agus Rianto mengatakan mengatakan fenomena alam tersebut dari awan Lenticular.
Ia menegaskan, fenomena alam Lenticular tidak terkait atau tidak berkaitan dengan terjadinya gempa bumi. Adapun masyarakat yang mengaitkan fenomena alam Lenticular dengan akan terjadinya gempa adalah sebuah kesalahpahaman.
Ditambahkannya, awan caping itu berbahaya bagi penerbangan, bukan tanda tanda terjadinya gempa.





