Tak Tertarik Beli Barang Mewah, Kakek Pengayuh Becak Pilih Tabungkan Uangnya untuk Naik Haji

Kakek Matnazu/ merdeka.com

SURABAYA – Matnazu Mucari Bungkas, seorang kakek pengayuh becak tengah berbahagia pasalnya dia menjadi salah satu jamaah haji Indonesia tahun ini, setelah menabung berpuluh-puluh tahun.

Selama 22 tahun, kakek Matnazu tak pernah berhenti berupaya meraih mimpinya untuk bisa menunaikan ibadah haji. Selama 22 tahun itu pula, ia menyisihkan sebagian jerih payahnya mengayuh becak, demi dapat berangkat ke Tanah Suci.

“Saya selama ini menabung untuk bisa berangkat haji. Saya sisihkan sebagian dari penghasilan mengayuh becak,” ujar warga Simo Hilir Sukomanunggal.

Selama itu juga dia tidak tertarik untuk membeli perabotan mewah. Menurut kakek dari 20 cucu ini, yang sangat berharga ialah becak tua yang bersandar di depan rumahnya. “Ya cuma becak itu harta yang paling berharga di rumah,” ungkapnya, menyadur laman merdeka.com.

Menarik becak ia jalani mulai tahun 1997, meski penghasilannya tidak seberapa, namun pada bisa mencukupi kebutuhan keluarga, bahkan bisa menabung untuk naik haji.

Upayanya meraih mimpi bukannya tanpa halangan. Sebab, dalam kurun waktu tahun terakhir ini, penghasilannya dari mengayuh becak mengalami penurunan yang cukup drastis.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya ia dalam sehari bisa mengumpulkan uang Rp50.000 hingga Rp100.000, namun kini ia hanya mampu meraup rejeki antara Rp 30.000 hingga Rp 50.000 saja perhari.

Tapi  hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk terus menabung agar dapat pergi haji, hingga dia akhirnya tergabung dalam kloter 28 asal Kota Surabaya, dan dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi, menggunakan pesawat Saudi Airlines melalui Bandara Internasional Juanda

Advertisement