CIREBON – Turini, salah satu buruh migran yang bekerja di Arab Saudi akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya di Cirebon Senin (22/7/2019) dini hari setelah hilang kontak selama 21 tahun menjadi TKW.
Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) berkoordinasi dengan KBRI Riyadh, Arab Saudi, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) membantu kepulangan Turini.
Berdasarkan Brafax dari KBRI Riyadh, Arab Saudi, Nomor B-00452/Riyadh/190719, Turini telah bekerja di Arab Saudi sejak tahun 1998 dan belum pernah pulang ke Indonesia.
Ia bekerja di majikan asli selama 10 tahun, dan berpindah bekerja selama 11 tahun di rumah anak majikan setelah majikan asli tersebut meninggal dunia, dan tanpa melalui proses pindah majikan secara resmi. Selama 21 tahun itu, Turini hilang kontak dengan keluarganya di Cirebon.
KBRI Riyadh telah berhasil menjemput PMI tersebut di rumah anak majikan di daerah terpencil di Desa Wudaikh Dawadmi (sekitar 450 km dari Riyadh), lalu membawanya ke KBRI Riyadh. Setelah itu, akhirnya pihak majikan telah membayar sisa gaji Turini pada tanggal 2 Juli 2019 sebesar SR. 150.000.
Pemulangan Turini diterima oleh perwakilan BNP2TKI, yaitu BP3TKI Serang, juga beberapa pihak terkait lainnya.





