IRAN – Badan Tenaga Atom Iran menyatakan akan segera mengoperasikan kembali reaktor nuklir air berat Arak, yang sempat ditutup setelah sanksi baru terus diberlakukan AS.
Kepala Badan Tenaga Atom Iran, Ali Akbar Salehi mengatakan air berat bisa diolah di reaktor untuk dijadikan plutonium. Zat itu bisa dipakai menjadi hulu ledak nuklir.
Sementara saat ini, dilansir CNN, sejumlah perwakilan negara yang menandatangani JCPOA bertemu di Brussel, Belgia untuk menggelar rapat tertutup terkait perjanjjian nuklir Iran. Rapat dipimpin oleh Ketua Hubungan Luar Negeri Sekretaris Jenderal Helga Schmid.
Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) digagas di era Barack Obama. Perjanjian itu menetapkan Iran harus membatasi pengayaan uranium hingga 3,67 persen, jauh dari yang diperlukan untuk mengembangkan senjata nuklir yaitu 90 persen.
Sebagai timbal balik, negara Barat akan mencabut serangkaian sanksi terhadap Teheran.





