JAKARTA (KBK) – Polusi udara Jakarta yang kian membahayakan dikatakan Dr Yeni Kumalasari dari Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia dapat memicu kanker paru. Menurut Yeni, bila mencermati polusi udara yang kian mengkhawatirkan di Jakarta, akan ada sebuah kelompok yang rentan terpapar.
Pasalnya kata Yeni polusi udara yang bertebaran di langit Jakarta terdiri dari berbagai campuran material di antaranya industri, rumah tangga dan kendaraan bermotor.
“Menurut data WHO 92 persen penduduk dunia menghirup udara buruk dan mengakibatkan 7 juta kematian. Mirisnya 2 juta kematian itu berasal dari Asia Tenggara,” ujar Yeni dalam diskusi publik bertajuk #jangantakutbernapas yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa (2/8).
Dengan polusi yang makin masif tambah Yeni, sangat berhubungan dengan adanya penurunan fungsi paru khususnya untuk anak-anak. Sedangkan dampak jangka pendek, gejala terpapar polusi bisa ditandai dengan batuk dan sesak.
“Tapi dampak itu sangat berbaha bagi mereka penderita asma,” jelasnya.
Selain mengubah pola hidup, antisipasi dampak polusi udara juga bisa dilakukan dengan konsumsi makanan sehat dan gunakan masker saat di luar ruang.
“meski terdengar klasik tapi itu lah cara mudahnya,” tutup Yeni.





