Seorang Warga Pekanbaru Meninggal Diduga Akibat Asap Karhutla

Ilutrasi

RIAU – Helmy Oemar (59), seorang warga Kota Pekanbaru, Riau, ditemukan meninggal dunia di tengah hutan wilayah Rimbo Panjang, Minggu (25/8/2019), diduga akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Saat ditemukan kondisi almarhum sedang bersandar di batang pohon seperti beristirahat, sedang meringkuk,” tutur putra Helmy, Shadiq Helmy.

Shadiq mengatakan Helmy pergi sendirian meninjau kebunnya di Rimbo Panjang pada Sabtu (24/8/2019).  Namun, hingga sore hari, Helmy tidak kunjung pulang dan tidak ada kabar meski telepon selulernya bisa dihubungi.

Keluarga dan warga sekitar lantas mencari hingga jam 02.00 WIB Minggu dini  namun Helmy tak kunjung ditemukan.

Helmy akhirnya ditemukan pada Minggu pukul 09.00 WIB Minggu (25/8). Namun, sudah tidak bernyawa. Jasad Helmy nampak tengah bersandar di bawah pohon.

Shadiq mengatakan kondisi ayahnya selama ini relatif sehat. Tidak ada riwayat penyakit jantung.

Meski begitu, Helmy memiliki riwayat penyakit vertigo. Shadiq menduga menduga kondisi kesehatan sang ayah makin memburuk ketika menghirup asap karhutla yang terjadi di sekitar hutan wilayah Rimbo Panjang, Riau.

“Memang di sekitar Rimbo Panjang itu ada kebakaran tapi kemungkinan sebagian kecil karena pengaruh riwayat vertigo juga, dan mungkin karena kondisi asap bisa jadi pemicu (meninggal),” kata Shadik, dilansir Antara.

Berdasarkan catatan Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Ibu Kota Provinsi Riau itu memang diselimuti asap atau jerebu akibat karhutla, dan jarak pandang hanya 3-5 kilometer dan kualitas udara cenderung tidak sehat.

Advertisement